Artikel BAZNAS Kab. NunukanPeletakan Batu PertamaPenyaluran Bantuan DhuafaPenyaluran Zakat Kepada MustahikProgram Nunukan Sejahtera

Baznas Kab. Nunukan di Awal tahun 2021 melakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Kantor Baznas Terpadu

Diawal acara lantunan Ustad Wisman dengan suaranya yang merdu dan penuh dengan kekhusukan membacakan kitab Suci Al-Qur’an sehingga suasana menjadi hikmat. Dalam sambutannya, Bupati Laura mengucap syukur atas peletakan batu pertama bangunan Kantor BAZNAS (FOTO: Lukman Humas Baznas)

Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid melakukan peletakan batu pertama pembangunan Kantor Badan Amil Zakat (BAZNAS) Kabupaten Nunukan, Kamis (07/11).

Dengan total anggaran mencapai lima milyar lebih Kantor BAZNAS nantinya akan dibangun dengan konstruksi bagian belakang berlantai 4 dan bagian depan berlantai tiga dengan total panjang bangunan 24 meter dan lebar 18 meter.  Bangunan yang akan dikerjakan dengan pola pekerjaan swakelola ini berlokasi di jalan Antasari, tepatnya di depan jalan Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). 

Dalam kesempatan ini Ketua Baznas Kab. Nunukan dalam hal ini Ust. Zahri Fadli, S.Pd.,M.Pd  menjelaskan bahwa bangunan Kantor BAZNAS ini didesain cukup besar agar para organisasi masyarakat (ormas) Islam yang belum mempunyai kantor dapat melaksanakan kegiatannya di bangunan ini nantinya, meskipun pemerintah daerah sudah menyiapkan tempat di Islamic Center Nunukan. “Dalam bangunan tersebut juga nantinya ada BAZNAS Mark, supermarketnya BAZNAS, jadi nantinya orang yang diberikan kartu dapat membelinya dengan harga di bawah, atau standar harga distributor, dan masyarakat biasa dengan harga tetap normal” Lanjut Ust. Zahri Fadli, S.Pd.,M.Pd

mengatakan pengumpulan ZIS Baznas Kab. Nunukan dari target awal Rp. 4,000,000,000,- (Empat Milyar) untuk tahun 2020 alhamdulillah sampai akhir bulan Desember tahun 2020 itu berjumlah Rp. 5,753,738,226,- sehingga Baznas Kabupaten Nunukan melibihi target awal yang di capai tahun 2020, kami sangat berterima kasih kepada Ibu Bupati  dan seluruh OPD dikabupaten Nunukan yang Alhamdulillah semuanya sudah menyalurkan zakatnya melalui Baznas, terutama juga rekan rekan yang Berada di Dinas Pendidikan sehingga hampir semua Guru-Guru yang berada di seluruh daerah Kabupaten Nunukan Menyalurkan Zakatnya Kepada Baznas Kabupaten Nunukan, begitu juga dengan Instansti Vertikal seperti Pengadilan Negeri Agama, Kementrian Agama, Rekan-Rekan dari Kepolisian & Perbankan juga sudah bekerja sama dengan Baznas dan Menyalurkan Zakatnya melalui Baznas, Begitu juga dengan RSUD Nunukan kami sangat mengapresiasi itu Zakat nya 3 kali Zakat Profesi, Zakat Tunjangan, & Zakat Pelayanan sehingga ini sangat luar biasa.

Penyerahan Bantuan Seragam Sekolah MI & MTs sebanyak 250 Paket Secara Simbolis oleh Ketua Baznas Kabupaten Nunukan kepada Kepala Kementerian Agama Nunukan (FOTO: Lukman Humas Bazans)
Penyerahan Bantuan Seragam Sekolah SD & SMP sebanyak 800 Paket Secara Simbolis oleh Ketua Baznas Kabupaten Nunukan kepada Kepala Dinas Pendidikan (FOTO: Lukman Humas Banzas)

Sebagai bentuk Pertanggung Jawaban kami tentu secara hormat nanti kami sampaikan kepada bupati secara utuh baik Perolehan maupun penggunaannya karena laporan ini menjadi tanggung jawab kami bukan hanya kedaerah tapi ke Provinsi dan Pusat walaupun Ke Pusat itu laporannya Setiap hari karena ada sistem manajemen organisasi Baznas (Baznas) yang digunakan Baznas Kab/Kota seluruh Indonesia. Dalam kesempatan ini juga kami informasikan juga akhir tahun kemarin kami menyerahkan Bantuan Seragam Sekolah untuk anak SD dan SMP maupun MI dan MTS berjumlah 1050 Paket adapun dana yang kami gunakan untuk bantuan seragam sekolah tersebut 420 Juta jadi untuk Dinas Pendidikan itu sebanyak 800 Paket dan Kementrian Agama itu 250 Paket, dibulan Ramadhan kemarin juga kami memberikan Bantuan Paket kepada Honorer Pemda maupun Imam & Marbot Masjid jumlah Paket yang diberikan sbanyak 5000an, Serta Terima kasih sebesar besarnya kepada Kepala Kemenag Nunukan yang telah memberikan Bantuan 25 Sak Semen serta Ibu Bupati Secara Pribadi akan Memberikan Bantuan 100 Sak Semen dalam sambutannya pada kegiatan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kantor Baznas Terpadu Kabupaten Nunukan (*Al)

Bupati Kabupaten Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid, S.E., M.M. dalam sambutannya mengatakan, zakat di seluruh Indonesia setiap tahun diperkirakan mencapai angka Rp 270 – 300 triliun. Sebuah angka yang fantastis, dan sangat besar untuk melakukan berbagai upaya untuk pemberdayaan umat Islam.

“Jika saja seluruh potensi itu bisa tergali dan dimanfaatkan dengan optimal, maka bisa jadi tidak akan kita temui lagi fakir miskin, gelandangan, maupun pengemis di republik ini,” kata Laura.

Lanjutnya, seluruh anak juga bisa bersekolah hingga ke jenjang paling tinggi secara gratis tanpa harus pusing memikirkan bagaimana cara membayar biayanya. Tidak itu saja, potensi ekonomi dan efek domino yang ditimbulkan dari pengelolaan zakat dipastikan membuat masyarakat semakin makmur dan sejahtera.

Namun sayangnya, potensi zakat yang begitu besar belum bisa digali dan dimanfaatkan dengan baik. Data menunjukkan, selama ini potensi zakat yang bisa digali hanya sebesar Rp 10 hingga 15 triliun, atau hanya Rp 5 – 10 persennya saja.

Kenapa hal itu bisa terjadi? Tentu hal ini patut menjadi bahan perenungan bersama, karena ternyata minimnya kesadaran para pembayar zakat atau muzaki menjadi penyebab utama kenapa potensi zakat belum bisa digali secara maksimal.

“Kita sebagai umat Islam harus berani mengakui bahwa meskipun membayar zakat adalah amalan wajib dan merupakan salah satu dari rukun Islam, namun pada praktiknya masih sedikit umat Islam yang membayar zakat, terutama zakat harta,” jelasnya.

Yang terjadi selama ini justru masih sering bersikap hitung-hitungan ketika tiba saatnya membayar zakat. Masih ada ketidakjujuran mengenai besaran harta yang miliki dan harus dikeluarkan zakatnya. Bahkan mungkin juga masih ada kekhawatiran dan ketakutan, bahwa jika mengeluarkan zakat terlalu besar sehingga bisa mengurangi jumlah hartanya secara keseluruhan.

Penyebab lain kenapa potensi zakat yang begitu besar belum bisa digali secara optimal adalah banyaknya pembayar zakat yang memilih berzakat secara tradisional. Artinya mereka menyalurkan sendiri zakatnya kepada para penerima, tanpa melalui badan resmi seperti BAZNAS.

“Kita tentu tidak bisa menyalahkan pilihan  tersebut, karena mungkin hal itu didasari oleh sikap kehati-hatian dan demi menghindari sifat riya’ atau pamer kepada sesama manusia. Tetapi alangkah baiknya, jika pembayaran zakat dilakukan melalui badan resmi sehingga pemanfaatanya bisa maksimal dan terarah. Bagaimanapun juga, sebuah kebaikan yang dilakukan secara terkoordinir dan bersama-asama akan membuahkan hasil yang lebih baik,” terangnya.

Pemerintah Kabupaten Nunukan mengapresiasi BAZNAS Nunukan yang selama ini telah berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik. Menghimpun zakat, infaq dan sedekah dari masyarakat, serta memanfaatkannya secara maksimal. Selain untuk menyantuni fakir miskin dan orang orang tua terlantar, BAZNAS Kabupaten !Nunukan juga membantu biaya pendidikan anak-anak penghafal Alquran, membantu pengadaan Alquran kepada masyarakat, membantu biaya pengobatan masyarakat kurang mampu dan lain sebagainya.

“Kita berharap semakin banyak masyarakat yang menerima manfaat dari pengelolaan zakat yang semakin baik, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berzakat,” ujarnya.

Selain itu, Laura mengatakan selaku pemerintah daerah menyambut baik acara peletakan batu pertama pembangunan kantor BAZNAS Kabupaten Nunukan. Apa yang dilakukan hari ini, akan menjadi langkah awal untuk sebuah pencapaian yang lebih besar di masa mendatang. (*)

Hadirin berdiri saat dikumandangkannya lagu Indonesia Raya saat Pembukaan Kegiatan peletakan batu pertama Pembangunan Kantor Baznas Terpadu Kabupaten Nunukan. (FOTO: Lukman Humas Baznas)

About author:-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *